Pages

Selasa, 13 November 2012

contoh masalah dari kutipan,abstrak,daftar pustaka



Contoh masalah  kutipan

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3). ( Contoh kutipan Langsung 1# )
-------------------------------------------------------
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. ( Contoh kutipan Langsung 2# )
--------------------------------------------------------
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1 ( Contoh kutipan Langsung 3# )

II.b Contoh kutipan Tidak Langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. ( Contoh kutipan Tidak Langsung 1# )
-------------------------------------------------------
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983:3). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 2# )
-------------------------------------------------------
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis1). ( Contoh kutipan  Tidak Langsung 3# )

Seperti halnya penulisan data, penulisan kutipan (referensi) ini juga harus menyebutkan sumber kutipan tersebut. Seperti contoh di atas menyebutkan bahwa sumber diambil dari buku karangan Gorys Keraf, yang terbit pada tahun 1983, dan sumber tersebut terdapat di halaman 3. Informasi mengenai penerbit dan judul buku dapat dilihat di Daftar Pustaka atau Bibliografi. Pada contoh terakhir hanya ditulis angka 1, menyatakan bahwa keterangan sumber dicantumkan di bawah halaman yang disebut dengan catatan kaki.

Contoh masalah  daftar pustaka

Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
BNSP, (2007). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Kelas V.
Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Badan Penelitian Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Dikti.
Depdiknas. (2003). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.
Depdiknas. (2004). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Depdiknas. (2007). Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen Manajemen Dikdasmen, Dirpom Tk dan SD, BNSP.
Haryanto, (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hollands Roy, (1983). Kamus Matematika Departement of Mathematics Dundee Colloge of Education. Jakarta: Erlangga
Rahmat, et al. (2006). Belajar Matematika dengan Orientasi Penemuan dan Pemecahan Masalah. Bandung: Sarana Pancakarya.
Ruseffendi. (1992). Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Depdikbud
Sinaga, M. et al. (2006). Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas IV. Jakarta: Erlangga
Suryabrata, S. (2002). Metodologi Penelitian Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Suherman, E. et al (2001). Common Textbook Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jica UPI
Surya, Y. (2006). Matematika itu Asyik 5A. PT. Arman Delta Selaras.
Wijaya, C. dan Rusyan, T. (1992). Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Contoh Contoh Abstrak Tentang Penerapan
Konstruktivisme Limit Fungsi Aljabar

Keefektifan Penerapan Paduan Model Pembelajaran Problem Solving dan Kooperatif tipe STAD untukMeningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir KritisAbstrak Pembaharuan paradigma pendidikan dari behaviorisme yang mengacu pada teacher centered teaching
bergeser menuju ke konstruktivisme yang mengacu student centered teaching mendorong pembaharuanpembelajaran kimia dimulai dari bagaimana cara siswa belajar dan bagaimana cara guru mengajar, yang padaakhirnya adalah bagaimana cara siswa mengkontruksi pengetahuan.Berdasarkan pandangan tersebut, makasemua perubahan itu dapat dilakukan dengan menggunakan suatu model pembelajaran yang bersifat k ...
Penerapan model pembelajaran model problem solving yang diseting secara kooperatif tipe STAD dapat lebihmeningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD. Persentase rata-ratatingkat pamahaman (C2) dan penerapan (C3) siswa yang diajar dengan model pembelajaran problem solvingdengan seting kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan mengguanakn modelpembelajaran kooperatif tipe STAD. (4) Model pembelajaran paduan problem solving dan koo ...
konstruktivisme yang mengacu student centered teaching mendorong pembaharuan pembelajaran kimiadimulai dari bagaimana cara siswa belajar dan bagaimana cara guru mengajar, yang pada akhirnya adalahbagaimana cara siswa mengkontruksi pengetahuan.Berdasarkan pandangan tersebut, maka semua perubahan
itu dapat dilakukan dengan menggunakan suatu model pembelajaran yang bersifat konstruktivistik. Modelpembelajaran problem solving (PS) dan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran k ...
AbstrakPembaharuan paradigma pendidikan dari behaviorisme yang mengacu pada teacher centered teachingbergeser menuju ke konstruktivisme yang mengacu student centered teaching mendorong pembaharuanpembelajaran kimia dimulai dari bagaimana cara siswa belajar dan bagaimana cara guru mengajar, yang padaakhirnya adalah bagaimana cara siswa mengkontruksi pengetahuan.Berdasarkan pandangan tersebut, maka
semua perubahan itu dapat dilakukan dengan menggunakan suatu model pembelajaran yang bersifatkonstruktivistik. Model pembelajaran problem solving (PS) dan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah modelpembelajaran konstruktivistik. Kedua model pembelajaran tersebut mempunyai keunggulan. Telah banyakpenelitian yang membuktikan keefektifan model pembelajaran problem solving (PS) maupun pembelajaran
kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Namun permasalahannya bagaimana jika keduamodel pembelajaran ini dipadukan. Penelitian ini akan mengkaji keefektifan model pembelajaran paduanproblem solving (PS) dan kooperatif tipe STAD jika dibandingkan dengan model pembelajaran problem solving(PS) atau kooperatif tipe STAD secara terpisah untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis siswa kelas
XI IPA pada pokok materi hidrolisis garam. Diharapkan dampak dari interaksi sifat-sifat positif kedua modelpembelajaran (PS dan Kooperatif tipe STAD) tersebut dapat meningkatkan keefektifan belajar.Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experimen) posttes only

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar